Geografis Umum

Luas Wilayah dan Letak Geografis

Luas Wilayah Kabupaten Flores Timur adalah 5.983,38 km2 terdiri dari Luas daratan 1.812,85 km2 dan luas perairan sekitar 4.170,53 km2 sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Flores Timur No 13 tahun 2008  tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Flores Timur Tahun 2007 – 2027 yang terdiri dari 19 kecamatan terbagi ke dalam 229 desa dan 21 kelurahan. Kecamatan yang paling luas wilayahnya adalah Kecamatan Wulanggitang (14,11%) dari total luasan Kabupaten Flores Timur, sedangkan yang paling kecil luas wilayahnya adalah Kecamatan Solor Selatan (1,74 %).

Rincian luas wilayah Kabupaten Flores Timur menurut kecamatan lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel  di bawah ini.

No. Kecamatan Desa Kelurahan Luas Daerah (Km²) Luas (%)
1 Wulanggitang 11 255,96 14,11
2 Titehena 14 211,70 11,68
3 Tanjung Bunga 16 234,55 12,94
4 Ile Mandiri 8 74,24 4,10
5 Larantuka 2 18 75,91 4,19
6 Demon Pagong 7 57,37 3,16
7 Ile Bura 7 48,53 2,68
8 Lewolema 7 108,61 5,99
9 Solor Barat 14 1 128,28 7,08
10 Solor Timur 17 66,56 3,67
11 Solor Selatan 7 31,50 1,74
12 Adonara Barat 18 55,97 3,09
13 Wotan Ulumado 12 75,81 4,18
14 Adonara Timur 19 2 108,94 6,01
15 Ile Boleng 21 51,39 2,83
16 Witihama 16 77,97 4,30
17 Klubagolit 12 45,12 2,49
18 Adonara Tengah 13 57,99 3,20
19 Adonara 8 46,45 2,56

Menurut letak geografis wilayah administrative Kabupaten Flores Timur berbatasan langsung dengan wilayah administratif:

  • a. Sebelah Utara :Laut Flores
  • b. Sebelah Selatan :Laut Sawu
  • c. Sebelah Barat :Kabupaten Sikka
  • d. Sebelah Timur :Kabupaten Lembata

Batas administratif  Kabupaten Flores Timur tersebut terletak pada posisi 080 04’-08040’ LS dan 1220 38’-1230 57’ BT. Secara visualisasi wilayah administratif dapat dilihat dalam peta wilayah Kabupaten Flores Timur pada gambar  di bawah ini

 

 

Topografi

Secara topografi bentangan alam Kabupaten Flores Timur merupakan wilayah yang berbukit dan bergunung. Kondisi alam tersebut ditandai dengan tingkat kemiringan, ketinggian dan tekstur tanah sebagaimana disajikan dalam tabel berikut ini.

 

No Kemiringan/Ketinggian/Tekstur Tanah Luas (Km2)
1 Kemiringan :
v 0 – 12 % 417, 20
v 12 – 40 % 799,86
v > 40 % 615,79
2 Ketinggian :
v 0 – 12 m 568,81
v 100 – 500 m 934,63
v > 500m 291,41
3 Tekstur Tanah :
v Kasar 934,63
v Sedang 856,17
v Halus 38,56

Sumber: RTRW Kabupaten Flores Timur, Tahun 2007-2027

 

Klasifikasi Daerah Menurut Tingkat Kemiringan

Lokasi Klasifikasi Menurut Kemiringan (Ha) Total
0-8% (Datar) 9-15% (Landai) 16-25% (Agak Curam) 26-40% (Curam) >40% (sangat Curam)
[1] [2] [3]; [4] [5] [6] [7]
Adonara 4.444 2.978 718 3.849 39.975 51.964
Solor 621 1.121 4.544 2.686 13.662 22.634
Daratan Flores 3.318 15.767 5.332 20.421 61.846 106.684
Total 8.383 19.866 10.594 26.956 115.483 181.282

Sumber: RTRW Kabupaten Flores Timur, Tahun 2007-2027

Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kabupaten Flores Timur memiliki tingkat kemiringan diatas 12 %. Daerah perbukitan dengan ketinggian rata-rata di atas 100 m, dan memiliki tekstur tanah antara kasar dan sedang. Kondisi wilayah geografis Flores Timur yang demikian dibarengi dengan keadaan iklim yang kering mengakibatkan wilayah Flores Timur rawan bencana longsor dan banjir.

 

Klimatologi

Letak geografis Flores Timur tersebut berdampak pada klimatologi yaitu hanya mengalami 2 musim, sebagaimana daerah-daerah lain di Indonesia, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Pada bulan Juni-September angin bertiup dari Australia dan tidak banyak mengandung uap air sehingga mengakibatkan musim kemarau. Sebaliknya, pada bulan Desember-Maret angin banyak mengandung uap air yang berasal dari Asia dan Samudera Pasifik sehingga terjadi musim hujan. Keadaan ini berganti setiap enam bulan setelah melewati masa peralihan pada bulan April-Mei dan Oktober-November. Konsekuensinya Flores Timur menjadi wilayah yang tergolong kering dan selalu terancam bencana kekeringan setiap tahun, karena hanya 4 bulan (Januari-Maret dan Desember) yang keadaannya relatif basah, sedangkan 8 bulan sisanya relatif kering. Berikut ini disajikan data tentang tekanan udara, kelembaban relative dan temperature udara tahun 2014.

 

Tabel 3.4 Rata-rata Temperatur Udara,
Kelembaban Udara dan Tekanan Udara, Tahun 2014
Bulan Temperatur
Udara (°C)
Kelembaban
Udara Relatif (%)
Tekanan
Udara (Nbs)
Min Max Min Max Min Max
Januari 21,7 31,3 75 92 1.005,9 1.010,2
Februari 23,7 31,2 74 94 1.005,3 1.012,1
Maret 23,8 32,2 75 88 1.008,4 1.012,7
April 24,2 32,7 73 88 1.008,8 1.011,9
Mei 24,5 32,7 71 84 1.009,6 1.012,2
Juni 23,9 32,3 64 88 1.007,5 1.013,9
Juli 22,0 31,3 67 88 1.010,8 1.014,4
Agustus 21,4 32,1 57 78 1.012,4 1.015,1
September 20,9 20,9 62 73 1.012,3 1.015,5
Oktober 22,7 31,9 62 76 1.011,8 1.014,5
Nopember 24,2 32,8 64 84 1.007,7 1.013,4
Desember 24,3 32,1 60 94 1.007,2 1.011,5

Sumber: BPS Kab. Flotim, Tahun 2015

Kondisi Geomorfologi
Kabupaten Flores Timur berada dalam jalur gunung api yang masih aktif sebanyak 4 (empat) gunung, yaitu:

  • Gunung Lewotobi Laki-laki dengan ketinggian 1.584 m dari permukaan laut, terletak di Pulau Flores
  • Gunung Lewotobi Perempuan dengan ketinggian 1.703 m dari permukaan laut, terletak di Pulau Flores
  • Gunung Leraboleng dengan ketinggian 1.117 m dari permukaan laut, terletak di Pulau Flores
  • Gunung Ile Boleng dengan ketinggian 1.659 m dari permukaan laut, terletak di Pulau Adonara.

Secara morfologi, wilayah Flores Timur tersusun atas 28 (dua puluh delapan) bentuk lahan (lands forms), bahkan sebagian besarnya merupakan wilayah perbukitan yaitu lereng gunung api tidak aktif seluas 48.892 ha atau 27,59% dari luas wilayah kabupaten Flores Timur, dataran alluvial kars seluas 29.687 ha atau 16,75%, dan kaki gunung api aktif seluas 28.969 ha atau 16,24%.

Selain itu dijumpai pula bentuk lahan lainnya, yaitu lereng gunung api aktif (14.023 ha), dataran kaki gunung api tidak aktif (13.286 ha), gunung api strato tidak aktif (11.676 ha), gunung api strato aktif (7.510 ha), dataran antar gunung api (3.962 ha), gunung api bocca (3.183 ha), medan lava tua (2.959 ha), dataran fluvio gunung api (2.585 ha), medan lava muda (1.800 ha), dataran kaki gunung api aktif (2.745 ha), dataran gunung api (1.308 ha), perbukitan kars tidak berkembang (822 ha). Luas dan persentase bentuk lahan selengkapnya disajikan pada tabel dibawah ini

Di wilayah Flores Timur terdapat empat buah gunung api yang masih aktif yaitu gunung Lewotobi laki-laki dengan tinggi 1.584 m dari permukaan laut, gunung Lewotobi perempuan dengan tinggi 1.703 m dari permukaan laut, gunung Leraboleng dengan tinggi 1.117 m dari permukaan laut, dan gunung Ile Boleng dengan tinggi 1.659 m dari permukaan laut. Masing-masing tersebar di pulau Flores (bagian timur) dan pulau Adonara. Pada satu sisi gunung-gunung tersebut banyak memberikan kontribusi terhadap tingkat kesuburan tanah, namun pada sisi yang lain menjadi sumber bencana yang setiap saat dapat mengancam yaitu gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Tabel. Bentuk Lahan Penyusun Kabupaten Flores Timur

Bentuk Lahan Luas %
KM2 HA Luas
Danau kawah tidak aktif 0,46 46 0,03
Dataran Aluvial 6,06 606 0,34
Dataran aluvial kars 296,87 29.687 16,75
Dataran aluvial pantai 2,16 216 0,12
Dataran antar gunung api 39,62 3.962 2,24
Dataran fluvio gunung api 25,85 2.585 1,46
Dataran gunung api 13,08 1.308 0,74
Dataran kaki gunung api aktif 27,45 2.745 1,55
Dataran kaki gunung api tidak aktif 132,86 13.286 7,5
Gunung api bocca 31,83 3.183 1,8
Gunung api strato aktif 75,1 7.51 4,24
Gunung api strato tidak aktif 116,76 11.676 6,59
Kaki gunung api aktif 289,69 28.696 16,35
Kawah aktif 0,43 43 0,02
Kawah tidak aktif 6,89 689 0,39
Kerucut gunung api piroklastik 4,17 417 0,24
Kipas fluvio gunung api 4,86 486 0,27
Lagun 0,14 14 0,01
Lereng gunung api aktif 140,23 14.023 7,91
Lereng gunung api tidak aktif 488,92 48.892 27,59
Medan lava muda 18 1.8 1,02
Perbukitan kars tidak berkembang 8,22 822 0,46
Perbukitan sisa 5,41 541 0,31
Permukaan planasi 6,33 633 0,36
Rawa air tawar 0,23 23 0,01
Teras sungai erosional 1,17 117 0,07
Medan lava tua 29,59 2959 1,67
Jumlah 1.771.92 177192 100

Sumber : Buku Data & Informasi Spasial Sumberdaya Alam Kab.Flores Timur

Pemanfaatan Lahan

Pola Pemanfaatan lahan pada suatu daerah secara umum dapat menggambarkan pola keruangan pada suatu wilayah tertentu yang juga menjadi salah satu aspek pertimbangan dalam suatu proses perencanaan pembangunan di suatu daerah/wilayah. Jenis-jenis pemanfaatan lahan dan pola pemanfaatannya juga dapat memberikan gambaran bagi aktivitas penduduk dan perekonomiannya pada suatu wilayah.

Adapun jenis-jenis pemanfaatan lahan/tanah di Kabupaten Flores Timur meliputi : tanah sawah, tanah pekarangan, tanah tegalan, hutan, perkebunan, perikanan, peternakan sebagai berikut :

  • Kawasan Pertanian Lahan Basah atau sawah yaitu: Kecamatan Wulanggitang Desa Hewa, Kecamatan Titehena Desa Konga, Kecamatan Tanjung Bunga Desa Sinar Hadigala, Kecamatan Demon Pagong Desa Bama, Kecamatan Adonara Barat Desa Wureh, Desa Watampao, Kecamatan Adonara Desa Sagu, Kecamatan Witihama Desa Waigoa
  • Kawasan Perikanan dan Kelautan yaitu :  Kecamatan Witihama, Kecamatan Solor Timur, Kecamatan Solor Barat, Kecamatan Titehena, Kecamatan Ile Bura, Kecamatan Larantuka, Kecamatan Tanjung Bunga
  • Kawasan Peternakan yaitu : Kawasan unggulan untuk peternakan babi yaitu :Kecamatan Tanjung Bunga, Kecamatan Ile Mandiri, Kecamatan Larantuka, Kecamatan Adonara Barat, Kecamatan Wotanulumado Kawasan pengembangan ternak kecil yaitu kambing, domba berada pada Kecamatan Wulanggitang.

Kondisi Hidrologi

Dari segi hidrologi, Kabupaten Flores Timur memiliki 290 mata air yang tersebar di seluruh kecamatan dengan debit antara 0,5–20 liter perdetik. Sumber mata air tersebut umumnya berada pada kawasan hutan. Potensi kawasan hutan lindung yang perlu dijaga terdapat di kecamatan Ile Mandiri, Adonara Tengah, Ile Boleng, Wotan Ulumado, Adonara Timur, Demon Pagong, Ile Bura, Larantuka, Lewolema, Tanjung Bunga, Titehena dan Wulanggitang yang berfungsi melindungi kawasan yang ada di bawahnya dengan luas 27.996, 56 ha.